The loco head on to the show..
Sebagai warga Yogyakarta sungguh sangat senang ada festival yang mengundang band-band yang aku suka kesini. Dulu pernah berbondong-bondong ke Jakarta untuk merasakan festival Synchronifest (2019). Dulu disana hanya membayangkan memangnya ini ga bisa ya dilakukan di Jogja? Ternyata Cherrypop dapat bertahan 5 tahun dengan tetap ada lineup2 band mitos yang dipertahankan.
Tahun ini Cherrypop berpindah lokasi setelah 2 tahun di Lapangan Kenari ke Candi Prambanan. Tentu daripada lapangan kenari yang sangat dekat dari rumah membuat perjalanan berangkat dan pulang perlu strategi khusus. Tahun ini aku dateng sendirian lagi seperti tahun lalu jadi selalu menngunakan transportasi online saja daripada membawa kendaraan sendiri (karena memang sudah tau kalo males parkir). Dengan perjalanan hampir 30menit bersama bapak ojek online yang super sabar menghadapi kemacetan jalanan 👍
Cherypop tetap membawa konsep 4 stages dilengkapi dengan cherry merch dan cherry market (4 sehat 5 skena). Dengan venue yang lebih luas tapi tetap terlihat sangat padat tapi artinya festival ini laku keras bukan (?). Berbekal bertanya pak satpam 2 kali masuk ke arena candi tanpa antri (plus sudah beli tiket online). Antri masuk hari pertama memang tidak membaca dengan jelas line antrinya untuk tiket apa saja jadi untungnya bertanya dan konfirmasi. Sempat dicolek panitia lalu dipanggil "Mas" karena rambutku memamg cukup pendek, aku menolehnya dan dia cukup lama diam lalu bilang mau cek bener ga antrian tiketnya haha. Antrian tidak cukup panjang dihari pertama namun hari kedua di jam yang sama sudah sangat mengular. Lagi-lagi dengan bertanya siapapun disitu akhirnya menyadari bahwa antrian yg mengular itu pemilik tiket daily pass, bergeser ke 2 day pass juga tetap antri tp wajar seperti hari kemarin (hanya cukup lama sedikit). Aku merasa aku terberkati karena 2 hari ini tepat sampai di depan panggung ketika band yang ingin ku tonton memainkan lagu pertama nya.
Day 1 (16.55 - 23.30)
Hari pertama ingin mengejar 5 band yaitu Lipstik Lipsing, Majelis Lidah Berduri, Senyawa, Themilo, Stars and rabbit.
Dimulai dengan Lipstik Lipsing, band menemani masa kegalauan era SMA 2009 akhirnya bisa sing along Suburban Love!!!! Lagu penutup mereka early express. Sebetulnya suaranya cukup bocor dari kanan kiri karena di stage tengah. Tapi tetap bisa menikmati raungan gitar mereka.
Lanjut ingin makan sebetulnya tapi berujung melihat rilisan fisik, menemukan jesus marry chain tapi bukan album yang ku suka jadi skip dulu. Jalan sebentar melihat dimana letak toilet dan jajanan kemudian tidak begitu lama Majelis Lidah Berduri sudah bersiap. Langsung lanjut menonton mereka.
Ini pertama kali menonton dengan khusuk ya, sebelumnya bareng anak jadi hanya menikmati dari belakang jauh (2024, distopia dan mars penyembah berhala dibawakan). Crowd nya tidak kuduga ternyata anak-anak sekarang sangat lafal dengan semua lirik yang agak susah dihafal itu hahaha. Majelis Lidah Berduri sangat kharismatik diatas panggung dengan energinya yang langsung menular (ke dan dari) crowd.
Setelah lagi terakhir langsung berjalan mencari ganjalan perut. Tahun lalu sungguh kemepyar jajan bakso di cherrypop. Kali ini sempat berusaha berjalan ke arena makanan tapi mohon maaf terhenti di booth artotel. Ku lihat secara menu tidak berat, pesan lah chicken popcorn yang porsinya cukup banyak ditambah minum total 80ribu. Pikirku range harga ini pasti tidak lebih jauh dari booth makanan walau ku sadar ini tidak support umkm 🙏 tp dengan tempat strategis dan harga yang segini terbitlah orang-orang sepertiku.
Makanan tinggal sedikit Senyawa sudah bersiap. Ku menonton sambil duduk dan makan dari kejauhan. Walau setelah habis tetap maju ke depan panggung. Baru pertama kali ini menonton. Tetap amaze dengan suara-suara yang dikeluarkan dan alat yang baru melihat secara langsung. Ada beberapa penonton dengan dandanan yang sepertinya mereka bersiap untuk menonton Maliq front row 🙏
Bergeser ke panggung Ali menikmati gitar Absar Lebeh sebentar lalu dilanjutkan Themilo. Untungnya tahun lalu menonton full Themilo (plus dapet uncalan merch - topi) karena tahun ini sangat disayangkan sempat terjadi kendala teknis sehingga waktu terpotong dan membuat sang vokalis harus berbicara apa saja didepan panggung 😆 tapi berakhir tetap sing along Malaikat dan diakhiri Daun dan Ranting Menuju Surga. Nah disini terlihat beberapa pengejar front row Ndx mau ga mau menikmati Themilo 🙏
The milo selesai sambil menunggu Stars and Rabbit mencoba mengisi kekosongan dengan menonton Fstvlst dengan set album baru mereka. Penonton sudah sangat full. Namun disela sela bersiap dari lagu ke lagu, terdengar lantang Ndx menyanyikan Sayang dan membuat beberapa penonton ikut menyanyikan, virus Ndx. Begitu dengan aku, tiba tiba tanpa sadar menuju panggung Ndx, sambil istirahat ku nonton sambil duduk. Tapi ketika ORA NINJA ORA CINTA mulai, akhirnya ikut maju ke kerumunan haha aneh memang habis ter shoegaze tetep aja kena virus ndx (khusus lagu itu sih tapi :p lainnya enggak paham)
Akhirnya band terakhir yang ingin ku tonton, Stars and Rabbit, ini pertama kali nya nonton, apalagi dengan formasi yang saat ini sungguh membuat penasaran mau tau live nya. Energi Mbak Elda yang tetap memukau walau pas ngomong wis menggeh-menggeh tapi tetep Magis! Aku sebetulnya menantikan lagu di album On Different Days dan lagu Cry Little Heart. Tentu ditutup Man Upon The Hill! Kalau tahun lalu yang bikin merinding itu pas nonton Banda Neira. Tahun ini Stars and Rabbit! Lengkap! ❤️
Sebelum pulang mampir dulu ke panggung The-the, The Kick baru memainkan Raya, ku tonton sampai usai lalu menuju plataran candi untuk mengabadikan candi di tengah malam.
Day 2 (16.55 - 00.00)
Hari kedua juga sama mengejar 5 band : Pandai Besi, Passive income, Elephant Kind, Alkateri, Goodnight Electric.
Tepat lagu pertama Pandai Besi, Debu-Debu Berterbangan sampai depan panggung. Pandai Besi tampil sangat memukau. Tentu aku ingin mendengar langsung gitar Hans di Pandai Besi sebelum malamnya nanti Goodnight Electric. Terwujud sing along Laki-Laki Pemalu dan Melankolia yang tentu dibawakan. Penutup nya adalah Jangan Bakar Buku. Terakhir menonton mereka di Jakarta waktu itu kecewa datang terlambat dan tersisa lagu terakhir sekitar tahun 2015 di Satria Mandala, makanya ini semacam penuntasan.
Kemudian mencari makan dan kali ini sebetulnya sudah niat untuk berjalan agak jauh namun berakhir di booth yang sama dan kali ini harga promo bundling menjadi 50rb. Berujung makan dan duduk di beanbag mereka. Terlalu menikmati dan melewatkan Passive Income, cukup menyesal. Tahun ke 3 Cherrypop belum pernah masuk ke Chilli stage.
Lanjut lagi ke panggung Elephant Kind, masih ada Reality Club yang wow sangat penuh dan cukup seru juga crowd nya, anthemic. Ku menonton sambil membeli buku chord di booth samping-samping itu.
Kemudian lanjut Elephant Kind, sebetulnya lagu-lagu baru mereka aku tidak mengikuti lagi. Tapi True Love, Beat the Ordinary dan Better Days tentu dibawakan. Terakhir menonton mereka di Synchro 2019, Ohwell masih dibawakan itu, hehe.
Dipanggung yang sama aku masih belum memutuskan memilih lanjut Alkateri atau eleventwelfth. Namun karena habis ini mau nonton Goodnight Electric dan sudah malas berpindah akhirnya menonton Alkateri, Crowd nya luar biasa semua sing along, another anthemic. Sebagai pertama kali menonton aku sangat terhibur diantara crowd ini (walau aku hanya tau EGOSENTRIS~) aku jadi menyukai semua lagu di album mereka.
Nah puncaknya adalah menonton Goodnight Electric yang sudah kutunggu-tunggu. Terakhir menonton mereka tentu di Jakarta sekitar tahun 2016 ketika mereka collab dengan The Upstairs Namun aku ingat sempat menonton mereka di Langgeng Art Foundation tapi lupa tahun berapa dan acara apa. Yang jelas malam itu sangat penuh sesak orangnya sangat membludak.
Kali ini GE hadir dengan Betmen, Bondi, Hans, Nab-nab dan featuring Fany di lagu Tamat dan Rocketship Goes By. Album Love and Turbo Action tetap dibawakan meskipun Psychic Girl tidak masuk setlist. Ditutup dengan We're going To The Star!!
GE selesai istirahat duduk melihat para penonton the adams yang berlarian sambil bergandengan tangan mengejar lagu pertama.
Penutupku untuk Cherrypop 2024 itu fstvlst (set hits kitch) kemudian 2025 juga fstvlst sebetulnya tapi ku memilih TDS saja karena sudah lama ga nonton. 2026 ini Objek Vital Nasional alias Jenny. Manifesto, Monster Karioke, ditutup Matimuda.
Pulang tergopoh-gopoh menuju shuttle bis Joglosemar penyelamat pulang ke tengah kota. Thanks cherrypop sudah membawa band yang aku suka! Lanjutkan!
Cheers,
Ibu2 ambisius yang ingin menonton 10 band dalam 2 hari 😅














